Minggu, 04 Mei 2008

Berita & Informasi PON XVII kaltim 2008

PT CDA Grup, mitra PB PON Kaltim bagian promosi, menargetkan 10-15 sponsorhip perusahaan yang akan mendukung penyelenggaraan PON XVII, 6-17 Juli di Kaltim. Setelah positif menggandeng Garuda Indonesia sebagai official airline, kini ada tiga perusahaan lagi yang tengah dijajaki untuk turut mensponsori PON.
Hal itu dikatakan Presiden Direktur PT CDA Grup Sony Subrata, Senin (28/4). Garuda memberi kontribusi senilai Rp 1,88 miliar. "Garuda sudah resmi sebagai maskapai resmi official airline PON. Nilainya itu sekitar Rp 1,88 miliar," katanya.Selain Garuda, kata Sony, CDA Grup juga sudah menjajaki tiga perusahaan yang akan diprospek sebagai sponsor PON nanti. Menurut dia, tiga perusahaan tersebut akan mengadakan pertemuan pada Mei mendatang. "Tiga perusahaan itu bergerak di bidang properti, teknologi informasi dan hotel. Saya belum bisa sebutkan nama perusahaanya. Kepastiannya nanti bulan Mei. Untuk bulan Juni, juga sudah ada lima perusahaan," tambah Sony.Menurut Sony, PT CDA Grup menargetkan 10-15 perusahaan yang akan digandeng untuk mendukung penyelenggaraan PON. Hanya saja, lanjut Sony, jumlah sponsor yang bersedia mendukung PON belum terlalu banyak. "Karena waktunya sudah mepet," tuturnya.Namun demikian, tambah Sony, sebagai mitra promosi PB PON Kaltim, PT CDA Grup menyayangkan adanya berita-berita negatif tentang persiapan PON. Pasalnya menurut Sonny, akan mempengaruhi perusahaan yang ingin menjadi sponsorhip."Sering kali ada pemberitaan negatif itu. Mereka (perusahaaan) jadi wait and see. Jika banyak berita positif akan berpengaruh kepada perusahaan yang akan menjadi sponsor. Saya berharap panitia juga harus mengakomodir kepentingan pihak-pihak sponsor yang terlibat, agar di kemudian hari mereka bersedia menjadi sponsor lagi," papar Sony.Sementara itu Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh menyatakan PON Kaltim tetap sesuai jadwal. Apalagi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Adyaksa Dault menegaskan PON di Kaltim tidak dapat diundur lagi. "Tidak bisa diundur (pelaksanaan PON). Pak Menteri juga bilang tidak bisa diundur. Pelaksanaannya sesuai jadwal," kata Ngayoh di sela-sela silaturahmi dengan LSM, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan pemuda dalam mengawal Pilkada di Kaltim di Lamin Etam, Senin (28/4).Bahkan menurut Ngayoh, beberapa venue pertandingan cabang olahraga hampir rampung. "Kalau venue per cabangnya hampir selesai, sudah 90 persen, tinggal stadion utamanya," kata Ngayoh.Selain itu, lanjut Ngayoh, PB PON Kaltim tinggal menyempurnakan persiapan agenda acara pembukaan dan penutupan. "Even organizernya sudah ada, tinggal penyempurnaan saja," jawab Ngayoh. (bud) (Sumber : Tribun Kaltim 29/04/2008)

venues

Pekan Olahraga Nasional XVII Tahun 2008 (PON XVII-2008) adalah Pekan Olahraga Nasional yang diselenggarakan di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia mulai tanggal 6 s.d. 17 Juli 2008.PON XVII-2008 Kalimantan Timur diselenggarakan berdasarkan Keputusan Ketua umum KONI Pusat Nomor 52 Tahun 2002 tentang Penetapan Provinsi Kalimantan Timur Menjadi Tuan Rumah PON XVII-2008.
Sejarah Singkat Provinsi Kalimantan Timur
Provinsi Kalimantan Timur selain sebagai kesatuan administrasi, juga sebagai kesatuan ekologis dan historis dengan luas wilayah 245,237.8 Km2 atau seluas satu setengah kali Pulau Jawa dan Madura. Provinsi Kalimantan Timur awalnya merupakan salah satu Keresidenan dari Provinsi Kalimantan. Sesuai dengan aspirasi rakyat Kalimantan yang merupakan pulau terbesar di Nusantara ini, sejak tahun 1956 wilayahnya dimekarkan menjadi tiga Provinsi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.
Provinsi Kalimantan Timur sebagai wilayah administrasi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 dengan Gubernurnya yang pertama APT. Pranoto dan diteruskan I.A Moeis, lalu A.Moeis Hasan. Tahun 1965 A.Moeis Hasan ditarik ke Pusat, dan sebagai pejabat pengganti sementara berdasarkan UU No.18 Tahun ditunjuk Kolonel Sukadio. Tahun 1967-1978 dijabat oleh Brigjen A.Wahab Syahranie. Tahun 1978-1983 dijabat oleh Brigjen Eri Supardjan. Kemudian untuk periode 1983-1988 Gubernurnya adalah H.Soewandi. Berhubung H.Soewandi sakit sebelum mengakhiri masa jabatannya, maka Wakil Gubernur H.M. Ardans, SH. ditunjuk sebagai pejabatnya Gubernur. Pada bulan Juni 1998 H.M. Ardans, SH. Terpilih menjadi Gubernur Kalimantan Timur selama dua periode. Gubernur terakhir adalah H. Suwarna Abdul Fatah, yaitu periode 1998 s.d. 2007.
Berdasarkan Undang-Undang No.47 Tahun 1999 Provinsi Kalimantan Timur memiliki 13 wilayah administrasi pemerintahan daerah terdiri dari 9 (Sembilan) Kabupaten dan 4 (Empat) Kota dengan rincian :
1. Kabupaten Pasir2. Kabupaten Kutai Barat3. Kabupaten Kutai Kartanegara4. Kabupaten Kutai Timur5. Kabupaten Berau6. Kabupaten Malinau7. Kabupaten Bulungan8. Kabupaten Nunukan9. Kabupaten Panajam Paser Utara.10. Kota Balikpapan11. Kota Samarinda12. Kota Tarakan13. Kota Bontang
Dilihat dari Letak geografinya, Daerah Kalimantan Timur luas wilayah 245,237.8 km2 atau seluas satu setengah Pulau Jawa dan Madura, terletak antara 1130 44’ Bujur Timur dan 1190 00’ Bujur Barat serta diantara 40 24’ Lintang Utara dan 20 25’Lintang Selatan. Kalimantan Timur merupakan salah satu pintu gerbang pembangunan di wilayah Indonesia bagian timur yang terkenal sebagai gudang kayu dan mempunyai ratusan sungai yang tersebar di semua Kabupaten/ Kota dan merupakan serana angkutan utama di samping angkutan darat, dengan sungai yang terpanjang Sungai Mahakam. Kalimantan Timur, bila dilihat dari posisinya sebelah Barat berbatasan dengan Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Negara tetangga Serawak (Malaysia Bagian Timur), sebelah Selatan berbatasan dengan Kalimantan Selatan, sebelah Timur berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Selat Makassar sedangkan sebelah Utara berbatasan dengan Negara Bagian Sabah (Malaysia Bagian Timur).